Karya Literasi Sastra

Hallo semuanya. Meneruskan artikel kemarin tentang pengenalan “Apa Si Literasi Sastra Itu?” sekarang kita membahas Tentang karya literasi sastra seperti di artikel terdahulu.
Berikut pembahasan secara terperinci tentang Karya Sastra Prosa:

Prosa

Adalah Karangan Cerita Bebas, prosa sering dilekatkan pada karya sastra yang dibuat oleh seorang penulis. Secara Etimologis, kata prosa diambil dari bahasa Latin “Prosa” yang artinya “terus terang”. Sehingga pengertian prosa adalah karya Sastra yang digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta.

• Ciri-Ciri Prosa

1. Bentuknya Bebas
Bentuk prosa tidak ada aturan tentang baris, bait, suku kata, dan irama. Bentuk prosa adalah rangkaian kalimat yang Membentuk paragraf, prosa dapat disajikan dalam bentuk lisan maupun tulisan.

2. Memiliki Tema
Prosa pasti memiliki tema yang merupakan pokok bahasan di dalamnya.

3. Mengalami Perkembangan
Prosa selalu mengalami perkembangan karena dipengaruhi oleh perubahan yang ada di masyarakat.

4. Terdapat Urutan Peristiwa
Dalam prosa terdapat alur cerita yang menjelaskan urutan peristiwa. Alur peristiwa tersebut ada yang berbentuk alur mundur, Maju, atau campuran.

5. Terdapat Tokoh di Dalamnya
Dalam prosa terdapat tokoh

6. Memiliki Latar
Dalam prosa terdapat latar pada masing-masing kejadian, baik itu latar tempat, waktu, dan suasana.

7. Terdapat Amanat
Prosa mengandung amanat yang ingin disampaikan kepada pembaca atau pendengarnya sehingga dapat mempengaruhi Mereka.

8. Pengaruh Bahasa Asing
Prosa bisa dipengaruhi oleh bahasa asing, misalnya bahasa Jepang, atau bisa juga tidak terpengaruh.

9. Nama Pengarang
Setiap prosa memiliki pengarang. Namun, nama pengarang tidak selalu dipublikasikan.

• Jenis Prosa

A. Prosa Lama
Adalah jenis prosa yang tidak dipengaruhi oleh kebudayaan luar dan disajikan secara lisan. Beberapa contoh prosa lama Adalah:

1. Hikayat
Bentuk prosa lama yang sifatnya fiktif yang mengisahkan kekuatan gaib. Contohnya kerajan.

2. Sejarah (Tambo)
Menceritakan peristiwa sejarah sesuai fakta. Di dalamnya juga terdapat silsilah raja-raja.

3. Kisah
Menceritakan mengenai perjalanan, pengalaman, atau petualangan seseorang di jaman dahulu.

4. Dongeng
Yaitu cerita khayalan masyarakat di jaman dahulu. Dongeng memiliki beberapa bentuk, yaitu:

• Mitos, yaitu dongeng yang menceritakan kisah gaib.
• Legenda, dongeng yang menceritakan tentang asal-usul terjadinya suatu peristiwa atau tempat.
• Fabel, dongeng yang tokoh di dalam adalah binatang.
• Sage, dongeng yang menceritakan tentang kisah kepahlawanan, kesaktian, atau keberanian seorang tokoh.
• Jenaka atau Pandir, dongeng yang menceritakan tentang perilaku orang bodoh, malas, cerdik, dimana penyampaiannya Dengan humor.

5. Cerita Berbingkai
Yaitu sebuah cerita yang di dalamnya terdapat cerita lagi yang disampaikan oleh tokoh di dalamnya.

B. Prosa Baru
Adalah jenis prosa yang telah mengalami perubahan akibat pengaruh kebudayaan barat. Beberapa yang termasuk dalam Prosa baru adalah:

1. Novel
Sebuah cerita yang panjang mengenai kehidupan tokoh di dalamnya, dan bersifat fiktif atau non-fiktif.

2. Cerpen
Terdapat kisah tokoh utamanya, konflik serta penyelesaiannya yang ditulis secara ringkas dan padat.

3. Roman
Menceritakan kisah hidup seseorang secara menyeluruh, mulai dari lahir hingga meninggal.

4. Riwayat
Berupa tulisan yang menceritakan mengenai kisah hidup seseorang yang menginspirasi.

5. Kritik
Merupakan tulisan yang memberi alasan atau menilai hasil kerja orang lain.

6. Resensi
Berisi rangkuman atau ulasan suatu karya (buku, seni, film, musik, dan lainnya). Di dalam resensi berisi pendapat dari sudut Pandang penulis mengenai kelebihan dan kekurangan suatu karya.

7. Esai
Bentuk tulisan yang isinya adalah opini atau sudut pandang pribadi mengenai suatu hal yang menjadi topik utama di dalam Tulisan tersebut.

Bagaimana dengan karya sastra lain? Itu akan menjadi pembahasaan untuk lain kali. Terimakasih untuk pembaca sudah Meluangkan waktu mudah Mudahan ilmu kita bisa bertambah dengan adanya artikel ini, seperti bapak Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia katakan

“Nilai akhir dari proses pendidikan, sejatinya terrekapitulasi dari keberhasilannya menciptakan perubahan pada dirinya dan Lingkungan. Itulah fungsi daripada pendidikan yang sesungguhnya.”

-Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia

Resume materi: Ananda Putra Utama
                              Hilman Narayana
Editor & penyusun Artikel: Evi Restiani
Publisher: Hajjaj Allaam Juwaeni